Beritapagi.news – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih cepat pada tahun 2026. Kondisi ini diperkirakan terjadi di beberapa daerah di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Faisal, menyampaikan bahwa perbedaan waktu datangnya musim kemarau dipengaruhi oleh variasi kondisi iklim regional di berbagai wilayah Indonesia.
“Beberapa wilayah di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diprediksi memasuki musim kemarau lebih awal dibandingkan wilayah lain. Sementara daerah di Sumatra dan Kalimantan cenderung mengalami pergeseran musim kemarau yang lebih lambat,” ujar Faisal dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).
BMKG menjelaskan, informasi mengenai potensi pergeseran musim ini penting sebagai dasar perencanaan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat. Dengan mengetahui wilayah yang lebih dulu mengalami kemarau, langkah mitigasi seperti pengelolaan sumber air dan penyesuaian pola tanam dapat dilakukan lebih awal.
Sektor pertanian menjadi salah satu bidang yang paling terpengaruh oleh perubahan pola musim tersebut. Oleh karena itu, para petani di wilayah yang diprediksi mengalami kemarau lebih cepat disarankan untuk menyesuaikan strategi budidaya tanaman guna meminimalkan risiko gagal panen.
Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan, memiliki kebutuhan udara lebih sedikit, serta siklus panen yang lebih pendek.
BMKG juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus menyatukan pembaruan informasi iklim dan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG sebagai acuan dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau 2026.







Comment