INDRAMAYU beritapagi.news – Rencana aksi unjuk rasa Forum Peduli Indramayu (FPI) ke Pendopo Kabupaten Indramayu yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis pagi (12/2/2026) batal digelar. Pembatalan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial.
Surat pembatalan aksi yang beredar sejak Rabu (11/2) malam menjadi perbincangan warganet. Sejumlah komentar bernada sindiran muncul di berbagai platform.
Akun Gunawan di platform X, misalnya, menulis, “Tayamum lagi,” yang diduga menyindir batalnya aksi tersebut. Sementara akun lain, Sarjo, berkomentar, “Nggak ada jadwal ulangnya? Tanggal 33 aja sekalian biar aman!”
Percakapan serupa juga ramai di sejumlah grup WhatsApp, termasuk di kalangan jurnalis. Beragam spekulasi bermunculan, termasuk dugaan adanya persoalan internal dalam tubuh FPI.
Salah satu akun di media sosial, Irsad, mempertanyakan soliditas organisasi tersebut. “Rencana aksi gagal karena menyimpang dari kesepakatan awal. Banyak penumpang gelap?” tulisnya.
Menanggapi pembatalan tersebut, Ahmad Nur Irsyad yang tercatat sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) dalam surat pemberitahuan aksi ke Polres Indramayu mengaku tidak mengetahui keputusan tersebut.
“Saya tidak mendapat informasi terkait pembatalan itu,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Koordinator Umum FPI, Masdi, menjelaskan bahwa pembatalan dilakukan untuk menghormati agenda pelantikan Kuwu terpilih yang berlangsung di Pendopo Indramayu pada hari yang sama.
“Kami menghormati pelantikan kuwu terpilih. Itu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang sedang melaksanakan agenda penting,” kata Masdi.
Ia menegaskan, FPI tetap berkomitmen menyuarakan tuntutan mereka, yakni meminta pencopotan Staf Khusus (Stafsus) Bupati Indramayu, Salman Al-Farisi.
“Tuntutan kami tetap sama,” ujar perwakilan FPI lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait jadwal ulang aksi tersebut. Situasi ini pun masih menjadi perhatian publik, terutama di ruang digital yang dipenuhi beragam opini dan tanggapan. [ sony ]







Comment