Bulog Serap 400 Ribu Ton Gabah Petani di Indramayu

Beritapagi25 Views

INDRAMAYU — beritapagi.news Perum Bulog terus memperkuat penyerapan gabah petani di sejumlah sentra produksi padi. Salah satunya dilakukan di Desa Sidamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026).

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., mengatakan penyerapan gabah di Kabupaten Indramayu hingga saat ini telah mencapai sekitar 400 ribu ton.

“Indramayu merupakan salah satu sentra penghasil padi terbesar di Indonesia,” ujar Prihasto saat menghadiri kegiatan penyerapan gabah di Desa Sidamulya.

Menurut Prihasto, penyerapan gabah tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan kebijakan pemerintah, termasuk Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026.

Secara nasional, kata dia, Bulog telah menyerap sekitar 4 juta ton gabah dari target dan kebutuhan penyerapan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, Bulog membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram sesuai kebijakan pemerintah dan ketentuan pembelian yang berlaku.

Kebijakan penyerapan tersebut diarahkan untuk memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendukung stabilitas harga gabah di tingkat produsen.

Prihasto juga menyampaikan optimisme bahwa Indonesia dapat kembali mencapai swasembada pangan pada 2026.

Direktur Pemasaran Perum Bulog Rahmanto Amin Jatmiko, ST., MBA., turut hadir dalam kegiatan penyerapan gabah tersebut.

Sementara itu, Kepala Cabang Perum Bulog Kabupaten Indramayu Apip Wijaya mengatakan kegiatan di Desa Sidamulya merupakan bagian dari program Tim Jemput Pangan Perum Bulog Kantor Cabang Indramayu.

“Tim Jemput Pangan merupakan bagian dari upaya Perum Bulog Kantor Cabang Indramayu dalam melakukan penyerapan gabah petani,” kata Apip.

Program tersebut, lanjut Apip, dilakukan untuk mendekatkan layanan penyerapan Bulog dengan petani yang berada di sentra-sentra produksi padi.

Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Perum Bulog, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu, Danramil Gabus Wetan, penyuluh pertanian lapangan, serta para petani.

Penyerapan langsung di sentra produksi diharapkan dapat mempercepat pengadaan gabah untuk kebutuhan pangan pemerintah sekaligus memberikan akses pasar yang lebih dekat bagi petani setelah masa panen.

Dengan Indramayu sebagai salah satu daerah penghasil padi utama, keberlanjutan penyerapan gabah menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga ketersediaan cadangan pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

efknf bp01

Comment