INDRAMAYU, beritapagi.news — Dalam suasana penuh keberkahan pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Alumni SMA Negeri 3 Indramayu angkatan 1994 menggelar kegiatan halal bihalal yang sarat makna di Griya Aswaja, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Puluhan alumni yang hadir tampak larut dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Saling berjabat tangan, bermaaf-maafan, serta berbagi kisah kehidupan menjadi pemandangan yang menghidupkan kembali kenangan masa putih abu-abu yang tak lekang oleh waktu.

Ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa halal bihalal bukan sekadar seremonial tradisi, melainkan ruang spiritual untuk menyucikan hati dan memperkokoh persaudaraan.
“Silaturahmi ini adalah ikhtiar kita untuk menjaga hati tetap bersih, mempererat persaudaraan, dan saling menguatkan dalam kebaikan. Semoga kebersamaan ini menjadi jalan keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.
Kegiatan juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, permohonan sekaligus kesehatan, kelapangan rezeki, serta kesuksesan bagi seluruh alumni dalam menjalani kehidupan masing-masing.
Pemilik Griya Aswaja, sekaligus alumni SMA Negeri 3 Indramayu, Ade Syaekudin, dalam Kesempatannya menyampaikan bahwa pertemuan ini memiliki makna yang lebih dari sekedar reuni.
“Halal bihalal ini bukan hanya temu kangen, tetapi juga ruang untuk merawat ukhuwah Islamiyah yang telah terbangun sejak masa sekolah. Di dalamnya kita dipertemukan kembali, tidak hanya sebagai alumni, tetapi sebagai saudara dalam iman. Griya Aswaja kami niatkan sebagai rumah kebersamaan, tempat tumbuhnya nilai-nilai keislaman, persatuan, dan kebermanfaatan bagi umat,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan silaturahmi sebagai bagian dari ajaran Islam yang membawa keberkahan dan memperpanjang umur dalam makna kebermanfaatan.
Kegiatan berlangsung sederhana namun penuh hikmah. Para alumni berharap, halal bihalal ini dapat terus dilaksanakan secara rutin, tidak hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi sebagai komitmen bersama dalam menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan meneguhkan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan sosial.
“Silaturahmi adalah energi kebaikan. Dari pertemuan sederhana inilah lahir kekuatan besar untuk saling menguatkan dalam iman, amal, dan kehidupan,” pungkas Ade Syaekudin.
[***knf]







Comment