Warga Indramayu Desak Komitmen Adhi Karya, Tenaga Kerja Lokal Belum Maksimal Terserap

Beritapagi29 Views

Beritapagi.news | Indramayu – Desakan terhadap PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencuat dari warga desa penyangga kawasan industri Polytama, Kabupaten Indramayu. Mereka menuntut komitmen yang lebih jelas terkait pelibatan tenaga kerja lokal dalam proyek konstruksi dan sipil yang tengah berjalan.

Aspirasi ini disuarakan masyarakat melalui sejumlah perwakilan, di antaranya Koordinator Koalisi Desa Lingkar Industri Polytama Suleman, Koordinator Forum Masyarakat Penyangga Industri Syaefudin, Ketua Solidaritas Warga Rosidi, serta Koordinator Aliansi Desa Terdampak Iyos Setiawan.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 9 April 2026, di kawasan industri Polytama, seiring berlangsungnya proyek pembangunan berskala besar di wilayah tersebut.

Warga menilai keterlibatan tenaga kerja lokal dalam proyek tersebut belum maksimal. Padahal, keberadaan industri besar di wilayah mereka diharapkan mampu memberikan dampak langsung, terutama dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, pelibatan tenaga kerja lokal juga dianggap penting untuk menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

“Kami berharap ada komitmen yang jelas terkait peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Jika dilibatkan secara proporsional, manfaat pembangunan akan terasa langsung,” ujar Suleman.

Senada, Syaefudin menekankan pentingnya keterbukaan perusahaan dalam merespons aspirasi warga. Rosidi juga menyoroti perlunya distribusi manfaat pembangunan yang adil agar dukungan masyarakat tetap terjaga.

Iyos Setiawan menegaskan, kepastian peluang kerja bagi warga lokal akan menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara perusahaan dan masyarakat sekitar kawasan industri.

Secara umum, warga mendukung investasi dan pembangunan di kawasan Polytama. Namun, mereka meminta pelibatan tenaga kerja lokal menjadi perhatian serius.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Adhi Karya (Persero) Tbk belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut. [***]

Comment