Indramayu, beritapagi.news – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ono Surono mengunjungi Pasar Wanguk di Desa Kedungwungu, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu, Minggu (16/2/2026). Kunjungan tersebut disambut antusias para pedagang yang bersyukur atas batalnya rencana revitalisasi pasar.
Ono yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat hadir didampingi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Indramayu Edi Fauzi beserta jajaran pengurus partai. Kedatangannya menjadi momentum silaturahmi sekaligus dialog terbuka dengan pedagang dan tokoh masyarakat.
Pembatalan revitalisasi Pasar Wanguk sebelumnya sempat menjadi polemik. Para pedagang menolak rencana pembongkaran karena masa hak guna pakai kios mereka masih berlaku sekitar empat tahun ke depan.
“Alhamdulillah, aspirasi kami akhirnya didengar. Terima kasih kepada wakil rakyat yang membela hak kami sebagai pedagang,” ujar Ami, salah satu pedagang.
Dalam kesempatan itu, Ono Surono menegaskan komitmennya untuk terus berpihak kepada masyarakat kecil.
“Saya akan terus hadir di tengah masyarakat, bukan hanya soal pasar, tetapi seluruh persoalan yang menyangkut kepentingan rakyat kecil. Saya juga berharap kuwu yang baru dapat menyelesaikan persoalan dengan musyawarah,” kata Ono.
Edi Fauzi menambahkan pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi warga Kedungwungu serta mendorong pembangunan di berbagai sektor. “Kami tidak hanya berbicara soal pasar, tetapi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan,” ujarnya.
Kuwu Kedungwungu yang baru dilantik, H. Purwanto, memastikan hak pedagang tetap dihormati dengan tetap memperhatikan kewajiban bersama dalam menjaga aset desa dan meningkatkan pendapatan desa.
Menurutnya, pasar tradisional bukan sekadar pusat transaksi ekonomi, tetapi juga bagian dari kehidupan sosial masyarakat yang memiliki nilai historis.
Acara silaturahmi berlangsung dalam suasana penuh rasa syukur. Para pedagang berharap sinergi antara pemerintah desa, DPRD, dan masyarakat dapat menjaga keberlangsungan Pasar Wanguk tanpa mengabaikan kepentingan rakyat kecil.
Penulis [ efknf ]







Comment